Tuesday, December 15, 2009

Dia selalu selangkah di depanmu


Dr. Helen Roseveare, seorang misionaris di Zaire, menuliskan satu pengalamannya saat melayani di Afrika.


“Suatu sore, saya menolong seorang ibu melahirkan di bangsal bersalin. Meskipun kami telah berusaha keras, ibu itu meninggal.
Kami harus merawat bayi prematurnya dan gadis kecilnya yang baru berumur 2 tahun yang terus-menerus menangis. Sangat sulit untuk menjaga agar bayi prematur itu dapat bertahan hidup karena bangsal ini belum memiliki listrik ataupun inkubator. Padahal suhu di malam hari sangatlah dingin, meskipun negara ini terletak di wilayah equator.

Seorang assisten mengambilkan botol pemanas kami yang terakhir untuk menjaga agar tubuh bayi itu tetap hangat. Namun, kami kembali putus asa karena botol pemanas yang terakhir itu pecah. Saya segera menyuruh salah satu assisten untuk membungkus bayi itu dengan selimut tebal dan membawanya ke dekat perapian, supaya bayi itu tetap hangat dan tidak kedinginan.

Keesokan harinya, saya mengikuti persekutuan doa dengan anak-anak yatim piatu. Saya menceritakan kepada mereka tentang bayi prematur itu, kakaknya yang masih berusia 2 tahun yang terus menangis dan botol pemanas yang pecah.

Saat berdoa, Ruth, seorang anak Afrika yang baru berumur 10 tahun, berkata, “Tuhan, kirimkan kepada kami sebuah botol pemanas sore ini. Bila Engkau mengirimkannya besok pagi, maka akan terlambat karena bayi itu tentu sudah meninggal. Dan jika Engkau mau melakukannya, maukah Tuhan juga mengirimkan sebuah boneka untuk kakaknya supaya dia berhenti menangis dan dia tahu bahwa Engkau mengasihi dia juga. Amin.”
Terus terang, saya tidak dapat percaya bahwa Tuhan akan melakukan hal itu. Betul, saya tahu bahwa Tuhan dapat mengerjakan segala sesuatu, seperti yang tertulis dalam Alkitab.

Tapi tetap membutuhkan waktu. Saya belum pernah mendapat kiriman paket dari rumah selama 4 tahun terakhir ini. Dan jika seseorang mengirimkan paket, apakah mungkin bila dia mengirimkan botol pemanas ke Afrika, sebuah negara tropis? Saat senja, saya mendengar suara mobil datang dan menurunkan sebuah paket besar. Para petugas expedisi tidak menemukan alamat tujuan paket tersebut karena tidak jelas dan mereka memutuskan untuk menurunkan paket tersebut di pos kami. paket diletakkan di beranda!
Mata saya berkaca-kaca saat melihatnya dan saya segera memanggil semua anak sehingga kami dapat membuka paket itu bersama.


Setelah membukanya saya agak kecewa karena ternyata isinya baju dan obat-obatan, tapi ketika saya kembali membongkar tumpukan baju itu dibagian tengahnya, saya tidak dapat mempercayai penglihatan saya! Sebuah botol pemanas dari karet yang baru!

Saya menangis. Saya tidak berani untuk meminta itu secara langsung pada Tuhan, tetapi Ruth yang melakukannya. Ruth berkata, “Bila Tuhan mengirimkan botol pemanas berarti Dia juga mengirimkan sebuah boneka!”


Dia membongkar semua isi paket dan akhirnya di bagian paling bawah dia menemukan sebuah boneka cantik. Mata Ruth bersinar dan dia berkata, “Dapatkah kita menemui gadis kecil itu dan memberikan boneka ini sehingga dia berhenti menangis dan tahu bahwa Yesus mengasihinya?". Paket itu dikirim oleh sekelompok anak sekolah minggu di Amerika 5 bulan yang lalu. Guru Sekolah Minggu mereka sangat taat pada Tuhan bahkan ketika Tuhan memintanya untuk mengirim sebuah botol pemanas dari karet ke negara di wilayah ekuator. Salah satu muridnya juga memberikan sebuah boneka, 5 bulan sebelum Ruth berdoa, “Tuhan, kami membutuhkannya sore ini juga.”. Doa kami hari ini telah di jawab TUHAN 5 bulan yang lalu.

Teman-teman, hari ini kita belajar satu hal :

TUHAN sangat mengetahui dan memenuhi semua kebutuhan kita, bahkan di saat kita belum membutuhkannya.


“Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya” 
YESAYA 65:24

credit: Living Sacrifice - Dr. Helen Roseveare

Friday, December 11, 2009

Hambatan yang membuatmu berhasil

Sahabat saya yang hatinya tegas bagi kebaikannya sendiri,

Jalan terpendek menuju keberhasilan adalah melalui hambatan.


Itu sebabnya, mereka yang menghindari kesulitan atau yang menunda penyelesaian masalah, sebetulnya sedang menunda pencapaian keberhasilan mereka sendiri.
Janganlah menggunakan jalan melingkar yang tidak menyeberangkan.


Maka, kuatkanlah diri Anda, dan jadikanlah diri Anda lebih besar daripada kesulitan-kesulitan Anda.
Sahabat saya yang kekuatan hatinya mengagumkan,
Untuk mencapai kecemerlangan yang Anda idamkan itu, Anda membutuhkan dua jenis kekuatan.
Perhatikanlah bahwa pribadi yang melampaui hambatan-hambatan dalam karir dan kehidupan pribadinya, adalah selalu pribadi yang mempunyai dua jenis kekuatan berikut ini.

Jenis kekuatan yang pertama,

adalah kekuatannya sendiri untuk mengupayakan ketepatan sikap,
untuk berpikir dengan baik,
untuk cepat bertindak,
untuk ikhlas memperbaiki kesalahan,
dan untuk setia kepada proses yang tidak membutakan diri dari hal-hal yang baru.


Jenis kekuatan pribadi yang kedua,



adalah kekuatan untuk menjadikan dirinya mudah mendapatkan bantuan dari orang lain.

Dan jika itu juga menjadi kekuatan Anda,
Anda akan bertenaga sebesar tenaga banyak orang.

Dan yang ini penting,


Jika yang Anda upayakan adalah pembahagiaan bagi banyak orang, bukan hanya manusia yang akan membantu Anda.
Tuhan bahkan akan menunda hujan dan memerintahkan matahari untuk mengapung lebih lama di langit, karena urusan Anda belum selesai.

Ingatlah, bahwa jalan terpendek menuju keberhasilan adalah melalui hambatan.

Jika Anda berjalan bersama Tuhan, apakah yang bisa menghambat Anda?


Jika Tuhan di pihak kita, siapakah lawan kita?


credits: MT Super Club

Thursday, December 10, 2009

Ayah dan Playstation

Alkisah suatu hari ada seorang anak yang sangat suka sekali dengan Playstation yang dibelikan ayahnya saat ulang tahunnya ke 10. Dan dia sangat senang sekali memainkan gamenya itu. sampai suatu hari gamenya rusak dan macet kenapa gak mau jalan. Lalu sang anak ini merengek ke ayahnya dan berkata "ayah tolong belikan aku game yang baru." Lalu ayahnya bilang, "nak kalau beli yang baru maka akan mubazir yang lama saja masih bisa digunakan kok hanya butuh sedikit dibetulkan. Lalu sang anak pun berkata 'ya sudah tolong ayah betulkan."


Karena sayangnya sang ayah meskipun dia sibuk dia pun meluangkan waktu untuk mencoba memperbaiki playstation dari sang anak. mula2 dia tanya "apa yang rusak?"
Anaknya menerangkan ini yah, gak bisa digerakkan. dan sang ayahpun berkata mungkin kabel dari joystik nya. ketika sang ayah mau membongkarnya sang anak terus memperhatikan. dan berkata masak itunya sih yah?
coba ayah lihat bagian tombolnya saja. lanjut sang anak coba mengomentari ayahnya.
belum puas sang anak coba lagi berkomentar mungkin di mesinnya yah, mending coba bongkar mesinnya.
Lama kelamaan karena jengkel sang ayah berkata "Kamu ini dari tadi ngatur papa terus, kalau kamu bisa sendiri gak usah minta bantuan papa, papa sibuk dan banyak yang harus dikerjakan.
Sang anak pun diam dan dengan kesal coba membetulkan sendiri sembari mengomel. Tapi lama kelamaan dia menyerah karena gak bisa dan kembali ke ayahnya dan bilang sambil menangis ayah, aku gak bisa membetulkannya. tolong ayah betulkan.
Karena sayangnya sang ayah maka dia tidak tega melihat titik air mata diwajah anaknya dan berkata sini ayah bantu, tapi janji ya kamu jangan ngomel dan mengomentari ayah terus ya... biarkan ayah bekerja memperbaikinya.
Anak itupun dia dan melihat ayahnya sampai akhirnya Playstationnya pun bisa berfungsi normal kembali.

Guys kita juga sering kan dalam mengalami masalah kehidupan bilang minta tolong dan minta Tuhan ikut campur tangan untuk menyelesaikan tiap masalah kita. bahkan kadang kita bisa bilang, Tuhan tolong biar masalah ini berlalu jangan masalah yang ini yang lain saja. ini terlalu berat dsb. Tapi Tuhan toh tetap mengatakan kita harus tetap melaluinya karena memang DIA punya tujuan dibalik masalah tersebut.
Lalu ketika kita kesulitan dan minta Tuhan menyelesaikannya kita juga sering kali "ngatur Tuhan". Jangan begini Tuhan begitu saja dsb. Tidakkah kita sadar bahwa ALLAH kita itu adalah ALLAH yang tidak terbatas. dan DIA sangat mampu menyelesaikan apapun yang sulit kita pecahkan. Tapi mengapa kita mengatur TUHAN.

Guys kalau kita mengaku punya iman, maka itulah sebenarnya modal kita untuk bisa minta tolong dan mendapatkan segalanya dari Tuhan. Dan Iman menurut Ibrani 11:1 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Artinya adalah kita harus percaya sepenuhnya walaupun mungkin kita tidak bisa melihat akan jadi seperti apa nantinya. Karena itu memang dibutuhkan satu pengenalan yang baik dan mendasar atas YESUS TUHAN kita.
Jadi kalau ada masalah jangan hanya gampang kita mengatakan aku berserah TUHAN, tapi cobalah untuk benar2 menyerahkan secara penuh pada TUHAN dan cukup lakukan aapa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan.
GBU

God's Notes




  • Hari ini Aku akan menangani semua masalahmu
  • Tolong, ingatlah bahwa Aku tidak memerlukan bantuanmu
  • Bila kamu ditempatkan di dalam situasi yang kamu tidak mampu untuk menangani, janganlah berusaha untuk memutuskannya sendiri, lebih baik kamu masukkan ke dalam kotak “untuk ditangani oleh Tuhan sendiri”
  • Masalah itu akan ditanggapi pada waktuKu, dan bukan waktumu
  •  Sekali masalah itu diletakkan di dalam kotak, janganlah kamu memikirkan atau mengeluarkannya lagi dari kotak itu.
  •  Memikirkan atau mengeluarkan kembali akan menunda pemecahan dari masalahmu
  • Bila kamu mengira dapat menanganinya sendiri, tolong bawalah ke dalam doa-doamu, agar kamu yakin bahwa itulah pemecahan yang terbaik. Karena Aku sendiri tidak pernah tidur atau mengantuk, tidak ada gunanya bagimu untuk tidak tidur
  • Istirahatlah, anakKu. Bila kamu ingin menghubungi Aku, Aku hanya sejauh sebuah doa. Bila kamu sukar untuk tidur malam ini, ingatlah akan banyak keluarga yang bahkan tidak mempunyai tempat tidur untuk merebahkan dirinya.


  •  Bila kamu kebetulan terjebak dalam kemacetan lalu lintas, janganlah cemas. Ada banyak orang dalam dunia ini yang tidak pernah menyetir mobil.
  • Bila kamu kebetulan mengalami hari yang sial, ingatlah akan orang yang sudah begitu lama tidak mempunyai pekerjaan.
  •  Bila kamu cemas akan suatu hubungan kawan yang menjadi jelek, ingatlah akan orang yang tak pernah mengalami apa arti mengasihi dan sebaliknya dikasihi.
  • Bila kamu tidak suka bila akhir minggu telah lewat, ingatlah kepada wanita yang harus bekerja 12 jam sehari, selama satu minggu penuh untuk dapat memberikan makan kepada anak-anaknya.
  • Bila mobilmu rusak di tengah perjalanan, jauh dari keramaian kota untuk dapat bantuan, ingatlah akan mereka yang lumpuh yang akan gembira sekali untuk dapat berjalan.
  • Bila kamu mengamati dengan sedih sehelai rambut yang mulai memutih, ingatlah akan pasien kanker yang menjalani terapi kemo yang rindu dapat mengamati rambutnya.
  • Bila kamu tidak tahu dan bertanya-tanya, apakah sebenarnya tujuan hidupmu, berterima kasihlah. Terdapat banyak orang yang tidak memiliki umur panjang untuk mengetahuinya.
  • Bila kamu memutuskan untuk meneruskan ini kepada seorang kawan, kamu mungkin akan menjadi berkat bagi orang itu.
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itu yang dikehendaki  Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

1 Tesalonika 5 : 18


credits: rumahrenungan.com

Wednesday, December 9, 2009

Seorang anak dan botol obat

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yang terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.

Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat yang keras yang bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. sang istri sangat takut dan ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.


Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata.
Sang Suami hanya mengatakan "SAYA BERSAMAMU SAYANG" Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri, lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tidak akan terjadi.

Tidak ada yang perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang.

Teman-teman, hari ini kita belajar satu hal:
Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. "Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil" Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia. Demikian juga Tuhan mengerti jeritan hati kita saat kita mengalami kegagalan, ketidakmampuan, Ia selalu bersama kita. Dia berkata, "Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan atau membiarkan engkau sendiri".


“ Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
FILIPI 4:13

credit: J.Murusaling